walau tidak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya -

Pantai Kita

“Pada hari Minggu saya pergi ke pantai. Saya berangkat ke pantai dengan Ayah, Ibu, dan adik saya. Kami berangkat ke pantai menggunakan mobil. Kami berangkat dari rumah pukul 07.00 Wib dan sampai di pantai pukul 08.00 Wib.
Suasana pantai ramai, banyak orang yang bermain-main. Ada yang berenang dan ada pula yang berlarian. Setelah lelah, kami beristirahat lalu pulang ke rumah.”

“Iya itu tadi karya teman kalian,Adi. Adi silahkan kembali ke tempat duduk.”
“Selanjutnya Bima silahkan bacakan cerita liburan kamu..”
….
Aku hanya bisa mengingat bayang kabur di masa lalu. Aku ingin kembali ke masa lalu.
“Ayah, ada sejuta rindu padamu. Ibu ada sejuta kenangan denganmu. Adik, ada rasa kangen bermain denganmu seperti dulu.” Aku hanya bisa bergumam pelan.

Di pantai, dulu kita bermain seakan itu hari terindah dalam hidupku. Liburan terakhir bersama kalian sebelum Tuhan memanggil kalian dan memisahkan kita sebagai keluarga. Aku ingin menjadi seperti murid-muridku yang berlibur dengan keluarga mereka. Berkumpul dan bahagia. Aku rindu keluargaku.

Bahwa setiap manusia ingin berkumpul dengan keluarganya


read more

Tiga Belas Kosong Enam

Bangku-bangku kayu terasa dingin dan bisu. Lampu teplok menyala di ujung ruangan berbilik bambu. Jelaga pada corong teplok membuat cahaya nampak pucat, seperti wajah keluarga yang duduk di atas bangku-bangku kayu yang bisu.

“Bagaimana menurut kamu?”
“Saya manut Ibu saja,” Jawab anak laki-laki.

Suara anak laki-laki itu parau. Kepalanya tertunduk dengan wajah muram. Adik perempuan yang duduk di sampingnya juga sama. Wajahnya muram seperti cahaya teplok di sudut ruangan.

Lampu-lampu kristal tergantung di langit-langit menerangi ruang. Seorang suami tertegun menatap foto seorang anak prempuan.

“Hari itu tiga belas Juni,” Sang suami menatap foto lebih dalam.
“Karena masalah biaya, kami harus memutuskan siapa yang melanjutkan sekolah. Adik saya mengalah. Dia memberi kesempatan pada saya untuk tetap sekolah hingga saya bisa seperti sekarang”
“Dia adik yang cantik dan baik,” Kata sang istri seraya memberi kecupan di pipi.

Istrinya berlalu untuk mengambil lampu teplok. Lalu menyalakannya di samping foto anak perempuan. Temaram cahaya teplok membawa suaminya larut pada kisah masa lalu. Cahaya dan foto itu pula membuat dia ingat dari mana dia berasal.

“Bagi mas, kamu lebih terang dari lampu-lampu kristal itu..” Ucapnya lirih.


read more

Piala Kosong

Kita berhenti di tengah koridor. Sebuah kotak kaca berisi puluhan piala teronggok bisu di depan kantor sebuah sekolah menengah atas. L, hari ini kita mencari bukti kejayaan kita dimasa lalu. Kita mencari piala-piala yang pernah kita berikan untuk sekolah ini. Kamu bisa temukan piala-pialamu, sementara aku terus mencari milikku. Aku tak juag menemukannya saat segerombolan anak SMA lewat dan memandangi kita. Mungkin mereka bertanya sipaakah kita.. Kita tertawa, lalu berjalan lagi menuju ujung koridor. Sebuah papan putih tertempel rapi di tembok kiri. Ada tiga poster tentang jawara-jawara sekolah itu. Seorang peraih medali IBO 2004, Seorang peraih emas OSN ekonomi 2007, seorang lagi peraih perunggu OSN 2009. Kita hanya tertawa, lalu aku pun berkata. Ah sialnya itu bukan gambar kita..hahahhaaa. L, bodohnya kita yang gagal waktu itu.
Terpikir olehku dimana pialaku, tapi apalah arti piala yang dibalut kekosongan. Piala itu tak mampu membawaku terbang menuju cita-citaku. Hanya senyum yang aku bisa lakukan, seperti saat aku dan kamu menerima piala itu. Tapi, senyumku kali ini berbeda makna dari senyumku tiga tahun lalu. Apalah arti sebuah piala, karena mereka kosong adanya.

Purbalingga, 13 Februari 2010



read more

Taun Baru: Nothing Special

Tahun baru 2011 telah tiba. Gegap gempita taun baru terasa dimana-mana. Tapi tidak terasa bagiku. Malam taun baru aku habiskan waktu di tempat kerja. Pulang ke rumah jam 10 malam. lalu jalan2? tidak. tadi malam aku habiskan waktuku di rumah. menonton film2 di layar kaca. Transformer dan Pirates of Caribbean 3. Film tersebut sudah pernah aku tonton, tapi mau bagaimana lagi, adanya tadi malam film itu yang bagus. Pukul 00.00 saat dentuman kembang api terdengar, aku tetap asik menonton kisah Jack Sparrow sendirian di rumah. hahahaa. Sampai jam  2 dini hari aku belum bisa tidur.

Tangal 1 januari 2011
Pagi ini aku terbangun jam 8.15. padahal harus tetap kerja jam tengah sembilan. Gara2 semalam tidak bisa tidur (biasanya juga sih) aku jadi terlambat kerja. Tapi semua tidak ada masalah. Ada pemakluman taun baru :D

Apalah arti taun baru jika kita hanya terjebak dalam euforia yang sama setiap tahunya. Setiap tanggal 31 Desember menjelang tengah malam. Orang-orang menghitung mundur bagai anak TK yang baru belajar mengenal angka disusul suara terompet prat prett. Apalah arti taun baru? Tahun baru buatku hanya pergantian hari yang ke 365 dan menjadi hari pertama lagi. Apa bedanya?

Entahlah apa yang aku pikirkan tadi malam, yang pasti bagiku taun baru tidak ada yang istimewa. Mungkin yang beda dari hari sebelumnya adalah karena pagi ini aku memasang kalender baru bertaunkan 2011. Dan 365 hari lagi aku akan menyaksikan orang2 melakukan ritual sama yang membosankan. hahahhaaa

Salam dariku, orang terasing yang skeptis dengah hari esok
cherss..!!









read more

Selamat Ulang Tahun Adikku

Waktu tidak pernah berhenti berputar. Detik jam yang berhenti karena batrey habis bukan berarti bisa menghentikan waktu. Tidak terasa sudah 19 tahun aku mengenalmu. Kita hidup bersama dalam satu ikata keluarga. Aku kakak dan kau adik.

Sudah lama kita hidup dalam suasana tertekan satu sama lain. Kita saling berkorban. Kamu mengorbankan masa depanmu demi masa depan kamu. Sehingga aku menjadi seperti sekarang. Maaf dik, aku masih belum bisa memberikan sesuatu untuk membalas semua pengorbanan kamu selama ini. Maaf karena aku telah membuat kamu terpaksa 'melupakan' ijazah SMA.

Sekarang kita sudah sama-sama dewasa. Hidup kita memang tidak seindah mereka, tapi kita jauh lebih banyak belajar daripada emreka. Kiat belajar saling berkorban. Kita belajar saling menerima apa pemberianNya Mari kita tegakkan wajah. Kita tantang dunia yang semakin menindas dan tidak adil. Adikku jadilah manusia yang kuat. Jangan mau kita terinjak lagi. Aku bangga mempunyai  adik seperti kamu. I Love You





read more

Wawancara dengan Tuhan

Mohon maaf sebelumnya jika tulisan ini copy paste dan mohon maaf juga jika ada yang kurang berkenan.



Aku bermimpi melakukan wawancara dengan Tuhan.


“Masuklah,” kata Tuhan. “Jadi, Anda ingin melakukan wawancara dengan saya?”
“Jika Anda punya waktu,” jawabku.
Tuhan tersenyum dan berkata, “Waktu saya adalah kekal. Ini cukup untuk melakukan apapun. Pertanyaan apa yang ada di pikiran Anda yang ingin ditanyakan pada saya?"


Aku bertanya, “Hal apa yang paling mengejutkan Anda yang Anda temukan pada manusia?”Tuhan berpikir sebentar dan kemudian menjawab, “Mereka bosan menjadi anak-anak dan buru-buru ingin bertumbuh dewasa, dan kemudian ingin kembali menjadi anak-anak.


Bahwa mereka mengorbankan kesehatan mereka demi menghasilkan uang dan kemudian menggunakan uang itu untuk memulihkan kesehatan mereka kembali.


Mereka begitu cemas tentang masa depan, tapi mereka lupa untuk hidup di saat ini, akhirnya mereka tidak hidup di masa kini maupun di masa depan.


Mereka hidup seolah-olah mereka tidak akan pernah mati, dan akhirnya mereka mati seperti mereka tidak pernah hidup.”

Tuhan menaruh tangan saya di atas tangannya dan kami terdiam sebentar. Kemudian aku bertanya,

“Sebagai orangtua, pelajaran hidup seperti apa yang Anda ingin agar anak-anak Anda pelajari?”Tuhan menjawabnya sambil tersenyum, “Belajar bahwa mereka tidak bisa membuat orang lain mencintai mereka. Yang mereka bisa lakukan hanyalah membiarkan diri mereka dicintai.

Untuk belajar bahwa tidak baik membandingkan diri mereka dengan orang lain. Setiap orang akan di hakimi atas tindakannya masing-masing, bukan berdasarkan perbandingan antara satu sama lain.

Belajar bahwa orang kaya bukanlah mereka yang memiliki banyak hal, namun mereka yang memiliki kebutuhan paling sedikit.

Mereka juga harus belajar hanya membutuhkan beberapa detik untuk melukai orang yang kita cintai, dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyembuhkan mereka.

Belajar untuk memaafkan dengan menerapkan pengampunan. Belajar bahwa ada orang yang sangat mencintai dirinya, namun orang itu tidak tahu bagaimana caranya untuk mengungkapkan atau menunjukkan perasaannya itu.

Belajar bahwa uang bisa membeli segalanya kecuali kebahagiaan.Belajar bahwa dua orang dapat melihat satu hal yang sama namun memiliki dua pendapat yang jauh berbeda.

Belajar bahwa teman sejati adalah seseorang yang tahu segala sesuatu tentang hidupnya… namun tetap mengasihinya.”


Saya duduk disana sambil menikmati kunjungan saya di rumah Tuhan itu. Lalu saya mengakhirnya dengan berterima kasih atas waktu-Nya dan atas semua yang telah Ia lakukan untuk saya dan keluarga saya.


Dia menjawab, “Tentu. Kapan saja, 24 jam saya ada disini. Yang Anda harus lakukan hanyalah bertanya pada saya dan saya akan menjawabnya.”





read more

Biarkan aku berimajinasi (cearita tanap editan)

Seeorang bisa menangis tanpa mengetahui alasannya. Setiap orang bisa tersenyum tanpa mengetahui kenapa dai menyunggingkan bibirnya. Diam dan beku, waktu yang sekarang aku jalani. Dunia ku melambat atau dunia mreka yang dipercepat. Tidak ada suplay bahan bakar untuk berakselerasi dan berlari. Tidak teman, kamu etrlalu mengada-ada dengan sikap diamku. Aku bukan sedang tidak peduli dengan dunia. Tpai aku sedang diam, melihat dan mengamati sekitar. Karena dengan diam aku bisa menemukan orientasiku pada ruang di sekelilingku. Jika kamu pecahkan diam ku, kamu akan menemukan sebuah kegagalan memahami duniaku. 

Jika aku memilih, aku lebih suka berimajinasi setiap hari tanpa harus memikirkan kenyataan dalam dunia nyataku. karena dalam fantasi ini, aku menemukan dunia yang benar-benar sempurna. Kesempurna berjalan pada waktu dan mengalir mengikuti ruang. Aku bekerja dalam diamku, aku berpikir dalam sepi ini, dan aku menemukan kenyataan dalam fantasiku.

Fantasiku memeberikan banyak hal yang besar, menguras emosi. Setiap hari aku hanya berpikir jika aku menjadi dia, jika aku berada dalam posisinya. Ada tangisan tanpa sebab dan senyuman tanpa alasan di dalamnya. Cukup hal itu mengobati rasa sepi yang telah kau tinggalkan. Kamu adalah suplay bahan bakar fantasiku. Jika kamu masih berada disampingku sekarang, mungkin aku tidak akan mampu berfantasi dan menulusuri setiap centi imajinasi. Aku bisa memaknai luka yang kamu tingalkan dengan berusaha mengekspor sisi-sisi kemanusiaan yang selama ini terbelokan olehmu.

Sudah lah lupakan saja masa lalu mu, tak perlu kamu pikirkan masa depanmu, tak usah kerjakan sesuatu saat ini. Buatlah dunia nyata menajdi dunia fantasi yang hanya bisa kau mengerti. Aku akan ciptakan spektrum duniaku, spekturm dwi warna: Hitam - Putih.

Aku hanya akan menawarkan sifat-sifat liarku pada diriku dan sifat kalemku padamu. Entah lah aku tdiak bisa mengganas di sampingmu, aku kehilangan pedang yang selama ini membuatku merasa menjadi diriku. Pedang itu kamu sebut Idealisme dan keras kepala. kamu telah merebut pedangku dan sekarang aku akan merebutnya kembali darimu. Kenapa? karena kamu menginginkannya lagi dengan kamu meninggalkanku.

Apa? kamu masih bertanya aku menulsi apa? Aku hanya merangkai ke 26 aksara ditambah sepuluh notasi angka dan beberapa simbol intonasi. Aku hanya merangkainya tanpa bermaksud membuat rangkaian jalan cerita untukmu. Perlukah aku membuat cerita yang akan kamu baca dengan percuma?

Rintik hujan akhirnya menceritakan apa yang akan aku sampaikan tanpa perlu aku menuliskan. kamua akan tau jika mengenal diriku. 

Salam


read more

Aku Lupa

Teman, pernahkah kita hidup bersama dimasa lalu? Aku lupa dengan apa yang telah kita lalui waktu itu. Aku lupa siapa diriku, apa yang pernah kita lakukan? Menerbangkan layang-layang bersama? Mengulurkan senar-senar harapan dan mengejar ketika senar kita putus? Apa? Aku lupa..

Teman jika esok aku sudah tidak ada lagi di dunia. Jika esok diriku tak mampu menikmati udara kebebasan lagi. Aku hanya ingin kamu mengerti bahwa aku selalu rindu pada masa lalu kita. Aku rindu pada hal-hal yang telah berlalu. Kerinduan yang selalu mengingatkan aku pada semua yang terlupakan, denganmu..

Teman, senang pernah hidup denganmu di masa lalu





read more

Rindu Rembulan Mati

Malam ini ketika rembulan mati. Suasana gelap dan dingin. Aku ingn bercerita denganmu, cerita ketika sang bulan berpurnama. Cahaya remang menyisiri daun2 yang menggelantung. Ini lagu tentang kamu yang aku mainkan dengan harmonikaku. Tiupan dan hembusan nada yang aku tujukan kepadamu, teman menikmati cahaya rembulan. Bercengkerama dengan redupnya daun pepohonan. Malam yang indah

Malam ini ketika rembulan mati tanpa harmonika. Ditemani nada kesunyian yang merayap terbawa angin. Daun menggantung bisu, gelap tanpa cahaya rembulan. Kegelapan yang pasti akan berakhir. Karena lusa senja aku bisa menikmati keindahan sang rembulan tersenyum di horizon barat. Bulan yang berfase, berubah dalam keteraturan. Seperti pesanmu yang akan bertransformasi, dari mortality menjadi immortality.

Malam pada Tujuh November di Purbalingga
Untuk Er


read more

Surat untuk Er

Andai saja semua ketulusan yang pernah kamu lakukan untukku bisa terulang. Waktu seperti berhenti mengalir saat aku berada di sampingmu dalam dekapmu, dan dalam tulus kasihmu. Angin kesunyian, ya aku hanya bisa bercerita kepadanya, setidaknya sampai kamu kembali.

Pohon tumbang yang diderai oleh angin Oktober, seakan menerangkan bahwa semua yang telah tumbuh perlahan sekian lama bisa saja berakhir dan mati. Seribu pesan yang pernah kau tuliskan untukku, mengingatkan saat kita berdua terbang sangat tinggi, atau menyelam ke tempat terdalam di hati kita masing-masing. Abu dari pembakaran semua kertas-kertas dan tanda sayang cukup membuat perih mataku. Tetes air mata tak bisa aku bendung, hanya satu tetes, tapi cukup menunjukan bahwa aku kehilangan dirimu.

Andai waktu bisa aku hentikan, aku ingin menikmati satu detik kehangatanmu, cukup satu detik sebelum aku bisa merelakan waktu kembali berjalan pada garis kerjanya, meninggalkan apa yang ada di masa lalu untuk menjemput sesuatu di hari depan. Semesta yang selalu bergerak meninggalkan titik waktu, saat kita bersama. Tingalah aku sendiri sekarang ini, berusaha bercerita pada kertas, sementara tinta hanya mengalir menuruti kehendak tangan yang dulu selalu kau pegang. Apa belum cukup cincin emas yang kita tukar, aku masukan ke jari manismu. Semua memang sudah berakhir. titik.

Api semakin menyala terang dengan semakin banyaknya kumasukan surat-surat dari mu selama beberapa tahun ini. Aku senang bisa bertemu dengan kamu, aku bahagia pernah memiliki kamu dalam arti yang luas. Setengah hati aku melakukan semua ini, setengah yang lain berharap kamu kembali menemui aku, menjabat tanganku, dan mengulang semua yang pernah kita lakukan disaat kita berdua mabuk dalam sesuatu yang disebut cinta. Perspektif kata yang sering salah kaprah diartikan dan dipersempit maknanya oleh orang lain.

Aku mencoba berlari melupakan dirimu. Tapi, bayang dirimu selalu ada di jendela saat hujan datang di malam hari yang sunyi. Tak ada kamu lagi disini. Tak ada kamu lagi disini. Kata itu yang berusaha aku tekankan pada hatiku. Seperti suara keras air hujan yang menghantam seng, berusaha menekankan bahwa: aku (hujan) datang malam ini dengan segenap kekuatanku. 

Aku berlari diantara kabut pagi berusaha menemukan matahari baru. Aroma tanah dan rumput selalu membawa semua fantasiku pada dirimu. Cepat lah pulang dan kembali padaku, aku teriakan itu di bukit tempat kita dulu beristirahat saat bersepeda. Mengayuh harapan-harapan yang kita tuliskan pada pesawat kertas, juga dibukit ini kita menerbangkan pesawat kita. Sekarang terbang mengarungi samudra udara yang luas dan ganas. Tak akan bisa kembali pesawat itu, pasti.

Er, aku tahu dan sadar lautan begitu luas memisahkan kita. Memaksamu menginggalkan diriku dan memaksaku menerima ditinggal oleh mu. Dunia begitu luas, ada banyak hal diluar sana yang selama ini terlewatkan oleh kamu. Sebaris kata itu akan selalu aku ingat, dan juga  kata-katamu: Kamu itu pintar, tapi juga tolol, kata-kata pedasmu tentang idealisme dan pemikiran-pemikiranku yang terkadang brutal dan keluar dari tatanan batas kewajaran sebagian besar orang. Kamu mengatakannya sambil mengusap rambutku saat aku berusaha meyakinkan dirimu tentang gagasan dan ide-ide gilaku: Cukup gila tapi tak layak untuk tidak dicoba. 

Kamu tau Er, aku menuliskan semua ini dalam keadaan tertekan, menyikapi bahwa diriku sekarang sendiri. Tidak Er, kamu membuat aku gila. Tak mengertikah dirimu bahwa selama ini kamu adalah motivasi bagiku sehingga aku dengan susah payah bertahan dari sakitku. Hidup itu tidak mudah, tapi juga tidak sulit. kamu kembali benar dan mengalahkanku. Mengalahkan logikaku dengan lugas tanpa membuat aku merasa digurui, sempurna.

Cahaya dengan malu menembus celah-celah dinding anyaman bambu kamarku, mereka ada tapi sangat kecil Er, tidak sebanding dengan kamu yang berani membuka pintu dan membiarkan cahaya masuk menyinari ruangku, setidaknya cahaya itu lebih dari cukup membantu dalam menuliskan semua ini. Bicara tentang cahaya tak ada yang bisa sefasih dirimu. Karena kamu adalah cahaya.

Kuakhiri tulisanku ini Er, aku tak berharap engkau membacanya. Setelah ini akan aku berikan kertasku kepada si api, agar dia mengubahnya menjadi kehangatan, cahaya, lalu abu. Abu masa lalu.

Oktober di Purbalingga
Untuk seseorang yang kurindu, Er



read more

Delapan Delapan Delapan: Pertarungan Pertama

Sebelum membaca postingan ini, silahkan baca part sebelumnya:
part 1


Matahari bersinar cerah, tanggal 9 Agustus 2008. Disibukan dengan aktivitas pagi, pelajaran berharga yang bisa diambil dari kesalahan konyol pagi ini: "Segera lah atur format waktu jika berpindah zona waktu" jam tangan kami masih menunjukan pukul 6, tapi itu waktu indonesia barat, faktanya di sini sekarang pukul 07.00. Padahal pembukaan lomba jam 08.00. Saya hanya bisa bergegas mandi lalu menikmati makan pagi dengan tergesa-gesa. Peserta dari provinsi lain sudah bersiap di atas bus saat saya dan teman-teman masuk dengan tergesa-gesa. Hasilnya, kami menempati kursi paling belakang di bus.
Suasana ramai di tempat pembukaan osn, tari2an dan kesenian tradisonal lainnya, pembukaan sendiri dijadwalkan dilakukan oleh bapak JK. Bapak JK sendiri hadir pukul 10. Setelah dibuka kami kembali ke hotel lagi, siangnya langsung ada briefing mengenai tempat lomba. Tempat lomba astronomi di SMA 17 Makassar (senyum2 sendiri dengar nama sekolah ini).

Kemudian kami menuju tempat lomba untuk melihat situasi tempat yang akan digunakan keesokan harinya. Dalam kesempatan ini juga kami ada materi coaching clinic penggunaan teleskop untuk sesi lomba praktek.  Suasana sekolahnya sangat keren (dibanding sekolah saya dulu). banayk mobil2 yang terparkir halaman sekolah. Setelah memasuki gerbang, terlihat ada gamabr logo OSN di cat besar di lapangan, Wow sangat meriah, spanduk2 selamat datang pun bertebaran di sudut2 sekolah. Suasana yang membuat saya bangga ikut bagian dalam event ini. Saya sempat sholat ashar di masjid SMA itu, dan setelah sholat saya menunggu teman2 yang sholatnya telat di depan masjid. Saya melihat anak SMA 17 yang sedang pada main ke sekolah. Salah satunya akan menajdi sahabatku sampai sekarang (nanti saya buat postingan tentang dia). Setelah melihat2 suasana tempat lomba, kami kembali ke hotel.

Malam hari kami disibukan dengan belajar untuk lomba besok, materi selama sebulan di Salatiga saay buka2 lagi, saat merasa sangat suntuk kami melihat TV, ada tv kabel ke kamar kami, sialnya malah kami keasikan noton FTV sampai2 hampir kehilangan fokus ke materi belajar. Saya sendiri membaca materi2 dan rumus2 sampai jam 00. Kemudian saya tidur (sebenarnya tidak bisa tidur nyenyak) :p

Pagi ini saya bangun pagi. jantung dag dig dug karena akan mengikuti lomba. Saat yang penting dan yang telah dipersiapkan selama selama 1 bulan. Saya mandi lalu sarapan. Setelah sampai di ruang makan, saya kage karena menunya adalah si nasi merah. TIDAKKK...saya pun memesan roti pada pelayan hotel. Pagi ini saya hanya sarapan 4 potong roti tawar tanpa selai dan segelas teh manis (sangat kurang mengingat otak akan benar2 diperas).

Perjalanan di bus menuju SMA 17 hening, semua peserta sibuk dengan buku catatan masing2. Aroma persaingan sangat terasa.

Sampai di SMA 17 Makasar, kami bergegas memasuki ruang lomba. Suasana ruang lomba sedikit berbeda, sekarang ada pendingin udara di beberapa sudut ruangan. Entah mengapa, setelah memasuki ruangan saya begitu merasa tenang, ketegangan saat di bus sekaan sirna. Saya sangat siap untuk menghadapi soal. Setelah pengarahan dari panitia, lembar soal dibagikan. Soalnya ada 20 pilihan ganda dan 8 esay. (sedikit lupa dengan jumlah soal). Saya senyum2 setelah melihat soal, banyak soal esay yang sudah biasa dikerjakan, bahkan ada yang sama persis. hanaya saja soal pilihan ganda yang membuat saya tidak tenang, karena saya sangat lemah dalan bidang hafalan. Sesi lomba teori selesai.

Setelah lomba kami menuju hotel dan beristirahat karena besok malam ada sesi lomba praktek (siap2 bercumbu dengan soal2 praktek, teleskop, dan tentunya kalkulator).

to be continue


SMA 17 MAKASSAR



read more

Delapan Delapan Delapan

Saya hanya bisa bercerita tentang masa lalu yang indah. Suatu hari disaat masih berteman dengan malam dan selalu mengagumi keindahannya, keindahan lagit malam yang terlewatkan oleh teman-temanku. Ada dua macam kalender di kamarku. Salah satunya kalender astronomi. Kalender itulah yang menjadi titik acuan kapan aku begadang menikmati langit malam.

Tujuh Juli 2008 di Salatiga. Saya dipertemukan dengan teman-teman dari berbagai kabupaten yang sama gilanya terhadap lagit malam, terutama bintang-bintang. Di sini lah pertemanan kami dimulai lalu selama satu bulan kami selalu bersama-sama. Kumpul makan jam 7 pagi, belajar, kudapan siang jam 10, makan siang jam 12, main poker sampe jam 1 siang, belajar lagi sampe maghrib, istirahat lagi, belajar lagi sampe jam 22 (kalo ngantuk bolos kelas), dilanjutkan kudapan malam, menikmati langit malam sampai pagi :). Selama satu bulan praktis kegiatanku tak jauh dari jadwal itu. Semua mempunyai harapan yang sama yakni bersinar di Makassar untuk nama pribadi maupun provinsi.

Beberapa hari sebelum bertolak ke makassar, kami kumpul di semarang. Disini saya bertemu dengan orang tua dan adik saya (terima kasih kepada papahnya Lesli atas tumpangan mobilnya buat keluarga saya). Kangen juga sebulan tidak bertemu. hehehe. Saya diajak jalan2 ke CL, di sini pertama kali saya makan pizza. hahahaa

Hari jumat tanggal delapan bulan delapan tahun duaribu delapan, pertama kalinya saya memegang tiket pesawat dan ke bandara Ahmad Yani, Semarang. My first flight. Perjalanan pesawat dimulai menuju Soekarno-Hatta, Jakarta. Transit selama beberapa jam di Soe-ta, kami menuju Juanda, Surabaya dilanjutkan ke Makassar. Sampai di Makassar jam 18.00 waktu setempat. Senja dengan awan merah menyambut kami di Hassanudin, Makassar.

Bus jemputan kami sudah menunggu untuk mengirim kami ke Dinasti hotel, hotel bernuansa oriental dengan korden dan interiornya bernuansa merah dan emas. Setelah pembagian kamar, saya mendapat kamar di lantai 3. Pertama kalinya saya menginap di hotel. Kebingungan menggunakan lift, bingung menyalakan lampu kamar (padahal hanya di ganjal dengan dengan kartu kunci untuk masuk), tidak tau menggunakan bath tube (malu). Setalah mandi berendam dengan air hangat saya menuju ruang makan hotel bersama teman-teman. Kami menjadi perhatian di ruangan itu mengingat jumlah kontingen kami yang berjumlah 14. Kontingen tergemuk untuk bidang astronomi. hari pertama saya makan nasi goreng, saya hanya mengambil sedikit makanan, saya merasa kagok dan tidak bisa memakan nasi berwarna merah, apa lagi tidak pedas. Hanya udang goreng tepung yang saya ambil sepiring penuh banyak.

Malam harinya saya keluar jalan-jalan di sekitar lingkungan hotel, saya menemukan warung mie. Saya pesan seporsi dengan harga 15 ribu, mie kering yang disiram dengan kuah daging. Lumayan untuk mengganjal lapar malam ini. Lepas tengah malam saya kembali ke hotel dan tidur untuk mengikuti jadwal ketat keesokan harinya..

(bersambung ya, cape ngetiknya )


Salatiga

Semarang

Makassar



read more

Katak Memanjat Tebing

Suatu hari sebuah sayembara dikumandangkan oleh Rajane Katak. Siapa yang bisa menaiki sebuah tebing maka akan mendapat satu kantung penuh uang emas. Pengumuman itu disebar ke semua pelosok negeri.

Frogy, si katak kecil dan terlihat lemah sedang berkeliling di sekitar hutan. Rawa yang lembab sangat cocok bagi dia mencari makanannya. Bersama dengan Alei, katak yang besar dan kuat, dia mengelilingi rawa2 tersebut. Tiba2 selembar kertas dijatuhkan oleh seekor burung kepodang, kertas yang berisi pengumuman sayembara Rajane katak. Frogy dan Alei pun akan mengikuti sayembara tersebut. Frogy ingin menang, sedangkan Alei hanya sekadar iseng dalam mengikuti sayembara tersebut. Secara fisik seharusnya Alie yang lebih semangat karena badannya besar dan kuat, tidak seperti si Frogy yang kecil, kurus, dan lemah. Hari2 mereka sekarang disibukan dengan latihan untuk sayembara tersebut.
..............

Hari yang ditunggu2 pun tiba, seluruh katak jantan berkumpul di bawah sebuat tebing yang sangat tinggi, sementyara katak betina menonton dari sisi yang lainya. Rajane Katak berpidato membakar semangat para peserta. "Tebing ini sangat tinggi dan belum ada katak yang bia menaikinya sampai ke puncak..jadi bersiap2lah kalian jatuh dan mungkin mati.." Pidato tersebut membuat banyak peserta yang menciut nyalinya. Ada yang langsung mengundurkan diri, ada yang ragu2, namun ada juga yang tetap yakin. Frogy salah satu diantara yang yakin tersebut.

Perlombaan akhirnya dimulai, seluruh peserta berlari menuju tempat awal menaikinya. Semuanya bebas mengambil posisi dimanapun. matahari yang terik menyengat para peserta.
"tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin.." teriak para penonton. Banyak peserta katak yang semakin tidak yakin hingga mereka berjatuha..
"tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin.." triakan itu terdengar lagi dan semakin membuat banyak peserta berjatuhan. Waktu pun berlalu dan kini hanya tersisa Frogy dan Alie..

Tiga perempat tebing sudah dipanjat oleh mereka
"Tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin.."
"Tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin.."
"Tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin.."

Keringat bercucuran dari tubuh Frogy dan Alie...Alie semakin tak yakin bisa memanjat sampai puncak
"Tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin.."
"Tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin.."
Suara itu membuat Alie semakin tak yakin..Akhirnya dia menyerah dan jatuh.

Frogy tinggal sendiri, beberapa meter lagi dia kan sampai ke puncak..
"Tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin.."
"Tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin.."
"Tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin.."
Penonton tetap meneriakinya..Tapi Frogy tetap memanjat. Dan tidak ada yang pernah mengira sebelumnya sayembara ini dimenangkan oleh Frogy, si katak kecil dan lemah.

<--THE END-->

Apa yang membuat dia menang? ada 2 jawaban:
1 Motivasi
2 Fokus pada kemampuan diri Sendiri

Motivasi Frogy adalah dia ingin menunjukan pada semua katak bahwa dia bisa mengalahkan ribuan katak yang berbadan besar dan kuat. Motivasi yang membuat dia terus memanjat dan memanjat.

Kenapa Frogy bisa fokus? karena dia tuli sehingga tak mendengar pesimisme penonton yang selalu berteriak "Tidak mungkin..tidak mungkin ada yang bisa sampai ke puncak..tidak mungkin..". Dia tidak mendengar dan terus memanjat karena dia yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin.


Semarang, 6 Agustus 2008





read more

Pesawat Kertasku

Saya masih ingat ketika TK saya disuruh menuliskan cita-cita saya. Entah kenapa saya lupa apa yang saya tuliskan waktu itu. Kemudian melipat kertas bertuliskan cita-cita menjadi sebuah pesawat. Bentuk pesawat tersebut tidaklah bagus atau malah tidak bisa terbang... Kami keluar ruang menuju halaman TK. Aku yang masih polos kemudian menerbangkan pesawat itu. Jauh sekali. Bu guru mengatakan bahwa suatu saat cita-citaku akan kuraih..senang rasanya waktu itu walau aku lupa apa cita-citaku waktu itu. 


...................................


Waktu aku beranjak dewasa, hal yang sama terjadi lagi. Aku tuliskan cita-citaku pada selembar kertas ulangan fisika. Aku melipatnya menjadi sebuah pesawat yang bagus, mungkin aku menggunakan sedikit prinsip aerodinamika dan titik berat. Aku kemudian menuju tempat yang luas, hampir sama ketika aku TK dulu. Kulempar pesawat kertas itu kuat-kuat sambil berharap angin menerbangkannya jauh..ke tempat terjauh di bumi. Hari itu aku MEMBUANG cita-cita yang selama ini aku perjuangkan..mungkin aku menyerah? TIDAK, tapi aku dipaksa menyerah pada keadaan!

'dalam hati kecilku masih berharap pesawat kertas TK-ku kembali dengan kenyataan yang indah'. Harapan semu itulah yang membuat aku tetap berusaha bernafas hingga hari ini.
Tuhan...peluklah mimpi-mimpiku...



dalam kecemasan di Purbalingga, 3 Juni 2009



read more

Sunyi, Teman Dibalik Kaca


Ini kisah seorang anak yang berjalan dengan kakinya sendiri dalam kesendirian di dunia ini. Langkah resah bercampur gelisah ketika dia mulai mengenal dunia. Dia mencoba memahami setiap luka dihatinya. Sering dia menggumam:teman terbaikku adalah kesendirian. Ketiadaan memaksanya untuk turun ke jalan. Dia berusaha menunjukan pada dunia bahwa dia punya cita2. Yah..di jalanan dia gantungkan cita2nya yang sangat sederhana bagi kita tapi baginya cita2 bagaikan mimpi2 yang kan selalu menghantui..

Dunia menamparnya, melukai setaip langkahnya, mencerca setiap usahanya, memaki semua jerihpayahnya, dan menghina jalan hidupnya...
Suatu malam saat angin menyuarakan kebisuan, dia bertemu dengan seorang yang tak dikenalnya


"Maukah kau menjadi temanku?"Orang tersebut bertanya
"Untuk apa? Apa kamu hanya ingin menghina ku lalu melemparkanku ke tempat sampah itu? Lalu meninggalkanku? Untuk apa aku mengenalmu?",Jawab anak itu
"Kenap kamu tak percaya kepada ku?"
"Karena aku tak percaya pada semuanya"
"kenapa?", orang asing itu kembali bertanya
"karena semua sama saja"
"Sama saja?"
"ya sama saja."
"Tidak beda sedikit pun?"
"Ya tidak ada bedanya" anak itu menjawab dengan dingin

angin membawa daun2 kesunyian dan debu2 kesepian
..........................
..........................
..............
"Maukah kita berteman tanpa ada landasan alasan? Siapa namamu?"
"entahlah, aku pun lupa siapa namaku",Jawab anak itu
"kenapa?"
"karena tidak ada lagi yang menyapaku hingga aku lupa siapa namaku. Duniapun sudah melupakanku"
"Dahulu siapa yang selalu menyapamu?"
"SUNYI"

Angin membawa daun2 kesunyian dan debu2 kesepian hingga perlahan orang itu mengulurkan tangan kepada anak itu. Kata2 samar terdengar
"Senang aku bisa menyapamu kembali, menyapamu di masa lalu,sekarang,dan masa depan"
Anak itu membalas uluran tangan dengan sangat pelan.Dia tak percaya bertemu kembali dengan sahabat lamanya, Sunyi. Tangan nya sangat dingin dan wajahnya tenang seolah tanpa emosi sedikit pun. Tubuh anak
bergetar ketika menyadari tanganya dingin menyentuh kaca. Di hadapannya hanyalah kaca sebuah toko barang2 kuno, bukan sahabatnya. Anak itu pun hanya tersenyum pada dunianya dan terus bergumam"Teman terbaikku adalah Kesunyian"
Dilaluinya jalan hidupnya sambil terus bergumam kepada setiap kaca di sepanjang jalan malam itu

Kisah ini entah berawal kapan tapi yang pasti kisah ini akan terus ada selama kita tak peduli pada sekitar kita.

Bandung, 24 Mei 2009


read more

Catatan Rindu (Tanpa Air Mata) untuk Ibuku

Hal yang aku rindu adalah plukan hangat dari ibu ku, dongeng-dongeng waktu aku kecil dulu. Dongeng tentang anak manusia yang berusaha merubah dunia dengan tangan kecilnya. Entah mengapa rasa ingin kembali ke masa lalu sangat menggebu. Aku berusaha memiliki kehangatan dari sosok seorang ibu yang rela melewati jalan berliku untuk aku ,anakmu. Aku dengar tiap langkahnya tanpa keluh kesah, bijaksana melewati dunia yang sangat tidak adil untuknya. Sekarang ku coba menahan segala kerinduanku..andai masa itu bisa kembali lagi....andai hari itu datang lagi..

Aku ingin bernyanyi lagu tentang dedikasi seorang ibu sekarang. Suaraku memang sumbang tapi tidak untuk sebuah lagu rindu pada ibu. Air mata ku tahan..aku tidak boleh menangis hanya karena ketidakadilan dunia, itu adalah pesan ibu yang takkan pernah ku lupa.
Aku ingin membuat ibuku bahagia, membalas jerih payah tiap langkahya saat melewati panasnya hari dan ketika menapaki krikil-krikil tajam jalan kehidupan. Tapi dengan apa aku bisa membahagiakannya? Karena yang ku punya hanya sesuatu yang tidak berharga..yang ku punya hanya sebuah mimpi usang yang sebentar lagi ku buang dan hanya bisa aku kenang setiap malam.

"Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintangan untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah,penuh nanah
Seperti udara kasih yang kau berikan
Tak mampu ku membalas
Ibu...
Ibu...

Ingin ku dekat dan menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Doa dan doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa ku membalas
Ibu...
Ibu... "

"IBU" by Iwan Fals

ibu,maafkan jika aku gagal mewujudkan harapanmu,aku sudah berusaha untukmu...
ibu,dalam setiap langkahku selalu ada dirimu di hati ini

dalam kerinduan tanpa air mata
Bandung, 23 Mei 2009 01:06 am

read more